Tampilkan postingan dengan label EPL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EPL. Tampilkan semua postingan

18 Agustus 2008

Carrick dan Giggs Korban Pekan Pertama


LIGA Premier 2008/09 baru bergulir satu pekan. Namun hantu cedera tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan mangsanya. Beberapa pemain papan atas yakni: Ryan Giggs, Michael Carrick, dan Valeri Bojinov sudah langsung menjadi mangsa. Khusus untuk Bojinov, nasibnya boleh dibilang lebih malang daripada dua pemain MU tersebut. Ia mendapat cedera bahkan sebelum dirinya sempat tampil di laga perdana Liga Premier.

Giggs menderita cedera hamstring, sementara Carrick menderita cedera engkel. Untuk Giggs belum diketahui berapa lama winger asal Wales ini harus absen. Sedangkan vonis tiga pekan absen harus diterima Carrick.

Pada pertandingan yang berakhir imbang dengan Newcastle United tersebut, kedua pemain memang tidak dapat mengikutinya sampai selesai. Giggs ditarik keluar oleh Alex Ferguson di menit ke-63, sedangkan Carrick hanya mampu bermain sampai menit ke-25. 

Hal ini tentu amat disesali oleh Ferguson. Sebab skuadnya saat ini boleh dibilang masih ‘compang-camping’, dengan belum pulihnya Wayne Rooney secara total, sedangkan striker mudanya, Fraizer Campbell, juga dinyatakan oleh Ferguson kini menderita cedera. Namun, Ferguson tidak menjelaskan cedera apa yang kini menimpa Campbell.

“Michael (Carrick) menderita cedera engkel parah, dan ia akan absen selama dua atau tiga pekan. Hal ini jelas merupakan kerugian. Sedangkan Ryan (Giggs) menderita cedera hamstring, ini tentu sangat mengecewakan mendapat cedera seperti ini di saat kami juga kehilangan beberapa pemain. Saya tidak ingin mengajukan terlalu banyak komplain. Kami telah melakukan yang terbaik dengan pemain yang kami miliki,” ujar Ferguson seperti dikutip AFP.

Seperti diberitakan Sportinglife, Ferguson mengungkapkan bahwa Carrick harus beristirahat setidaknya selama dua atau tiga pekan. Akibatnya, ia pun tak bisa tampil membela Inggris dalam laga persahabatan menghadapi Republik Ceko yang akan berlangsung hari Rabu (20/8/2008) pekan ini.

Mengingat Hargreaves juga tengah cedera, lalu siapa yang bakal mengisi pos Carrick di lini tengah? Fergie memiliki dua pilihan. Yang pertama adalah O'Shea atau memberanikan diri menurunkan gelandang belia asal Brasil, Rodrigo Possebon. (lbc)

Hasil Imbang Tak Bikin Fergie Kecewa


SIR Alex Ferguson mengatakan hasil imbang melawan Newcastle United bukanlah sesuatu yang ia inginkan. Namun, ia mengaku tak terlalu kecewa karenanya.

Sebagai juara bertahan, idealnya MU mampu memaksimalkan laga perdana mereka di Premier League dan mengakhirinya dengan kemenangan. Tetapi, hasil akhir berbicara lain, mereka berhasil ditahan Newcastle dengan skor 1-1.

Sejumlah pemain yang biasanya diturunkan atau berada di bangku cadangan tak tampak pada pertandingan tersebut. Cristiano Ronaldo, Owen Hargreaves, Park Ji-Sung, dan Louis Saha masih cedera. Sementara gelandang asal Portugal, Nani, masih menjalani suspensi. Sedangkan Anderson absen karena membela Brasil di Olimpiade.

Dengan sederet nama yang absen tersebut, The Red Devils jadi memiliki pilihan terbatas. Sejumlah pemain muda pun dipanggil untuk mengisi pos yang kosong. Jadi, jangan heran apabila ada nama-nama semacam Fraizer Campbell, Rodrigo Possebon, Rafael da Silva, atau Darron Gibson di daftar pemain MU dalam laga tersebut.

Satu pemain yang beruntung mencicipi starting line-up adalah Campbell. Ia diplot untuk mendampingi Wayne Rooney di lini depan karena Carlos Tevez tak bisa bertanding karena memiliki urusan keluarga.

Melihat keadaan tersebut, Fergie pun mengaku tak kecewa dengan hasil yang diraih oleh skuadnya. "Ini memang bukanlah hasil yang saya inginkan. Tetapi, melihat konteksnya saya tak terlalu kecewa," tandasnya seperti dilansir Reuters.

"Permainan menyerang kami bekerja dengan baik di babak pertama. Namun, di babak kedua kami sangat kesulitan," lanjutnya.

Manajer asal skotlandia itu juga menyayangkan timnya harus kehilangan Michael Carrick dan Ryan Giggs akibat cedera. Tetapi, ia tak mau berdalih macam-macam. Baginya, skuadnya telah melakukan yang terbaik dalam pertandingan ini.

"Kami kehilangan keseimbangan ketika Ryan Giggs dan Michael Carrick keluar akibat cedera. Meski kami sempat membuat satu atau dua peluang dan ada juga yang digagalkan tiang gawang, kami tak terlalu berbahaya. Saya tak bisa memberikan banyak komplain, kami telah berusaha yang terbaik," pungkasnya. (dtc)

Awal Kurang Meyakinkan Sang Juara Bertahan


MUSIM lalu, Manchester United tampil sebagai jawara premiership meskipun di tiga laga perdana hanya mampu meraih dua poin hasil imbang dua kali lawan Reading dan Portsmouth plus tumbang di kandang sendiri dari rival sekota Manchester City. 

Namun, tentu saja, hasil draw 1-1 langsung yang diraih Ryan Giggs dkk saat memulai kompetisi Liga Premier musim ini menjamu Newcastle United di Old Trafford, Minggu (17/8) bukanlah hasil yang diharapkan manajer tim Sir Alex Ferguson.

Pastinya, Ferguson yang tampak kecewa, bakal meningkatkan upayanya memboyong seorang striker baru sebelum bursa transfer musim panas ditutup 31 Agustus nanti. Pasalnya, partai lawan skuad asuhan Kevin Keegan itu membuktikan MU butuh amunisi baru di lini depan. 

Setelah Carlos Tevez harus pulang ke Argentina karena salah satu anggota keluarganya meninggal dunia, Ferguson terpaksa menaikkan status pemain muda Frazier Campbell menjadi starter untuk mendampingi Wayne Rooney. Sebab, hanya Campbell-lah striker yang fit dan available. Keterbatasan pemain lini depan itulah yang menyebabkan bangku cadangan MU dipenuhi defender dan midfielder.

Sejatinya, meski tampil tanpa Cristiano Ronaldo, Tevez, Anderson, Nani, dan Owen Hargreaves, performa Ryan Giggs dkk di awal-awal babak pertama terbilang menjanjikan. Hanya berselang beberapa menit setelah kick-off dibunyikan wasit Mike Riley, MU nyaris mendapat penalti setelah tendangan bebas Giggs tampak membentur tangan James Milner. 

Namun, peluang terbaik MU selama 90 menit justru terjadi di menit ketujuh ketika kiper The Magpies, Shay Given melakukan “penyelamatan musim ini” dengan kepalanya menyambut sundulan Campbell yang mendapat umpan akurat dari Rooney. Beberapa menit kemudian Given kembali melakukan save dari tendangan drive Rooney dan cocoran Paul Scholes. 

Di lain pihak, meskipun tampil tanpa Michael Owen dan Mark Viduka plus Alan Smith yang namanya tercantum di daftar pemain cadangan, Newcastle yang mengandalkan Obafemi Martins sendirian di lini depan tampil solid. Winger baru asal Argentina, Jonas Gutierrez tampil cemerlang. Akselerasinya mampu merepotkan Nemanja Vidic. 

Newcastle unggul terlebih dahulu di menit ke-22. Bermula dari tendangan penjuru yang diambil James Milner. Martins berhasil melompat mendahului Ferdinand. Sundulannya kencang tak mampu diantisipasi Paul Scholes yang berdiri di garis gawang. MU tersentak. Dua menit kemudian berawal dari akselerasi Giggs, Darren Fletcher yang mengisi posisi CR7 menyamakan kedudukan. Sontekannya tak mampu diantisipasi Given. Skor 1-1 bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, kedua tim berusaha mencetak gol tambahan. Given kembali berjibaku menyelamatkan gawangnya dari upaya Rooney dan Campbell. Vidic pun terpaksa banting tulang memblok tendangan Gutierrez. Ferguson kembali kehilangan pemain intinya setelah Giggs mengalami cedera hamstring. Posisinya digantikan Rodrigo Possebon. MU punya peluang emas ketika sundulan Vidic membentur mistar.

Krisis pemain di MU tampak jelas terlihat di 10 menit terakhir. Ferguson menurunkan Rafael Da Silva menggantikan Campbell. Da Silva jadi bek kanan, O’Shea jadi bek kiri. Sementara Evra diplot jadi striker dadakan menemani Rooney. Kegagalan mengalahkan Given membuat Wes Brown dan Rooney mendapat kartu kuning. Sampai bubaran skor 1-1 tetap tak berubah.

Hasil ini membuat MU menjadi satu-satunya anggota The Big Four yang gagal meraih kemenangan. Kemarin, Arsenal dan Liverpool sama-sama menang dengan skor 1-0 atas lawan masing-masing. Sedangkan beberapa jam sebelum laga ini Chelsea berhasil mengandaskan Portsmouth 4-0. (lbc)

Susunan Pemain:

Man United: 
Van der Sar, Brown (KK), Vidic, Ferdinand, Evra, Fletcher, Carrick (O'Shea 25), Scholes, Giggs (Possebon 63), Campbell (KK, Rafael Da Silva 80), Rooney (KK).

Newcastle: 
Given, Beye, Taylor, Coloccini, N'Zogbia, Milner, Butt, Guthrie, Gutierrez, Duff, Martins.

Wasit: Mike Riley

Liga Inggris Resmi di Aora TV


SETELAH diombang-ambing kabar yang tidak jelas, akhirnya didapatlah kepastian di mana Liga Inggris akan ditayangkan. Seperti sudah diduga, Liga Inggris akan tayang di Aora TV.

Kepastian resmi tentang berlabuhnya tayangan Barclays Premier League di Aora TV ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepakatan antara All Asia Multimedia Network (AAMN), ESPN STAR Sports (ESS) dengan PT Karyamegah Adijaya (PTKA) di Jakarta, Senin (18/8/2008). 

Aora TV adalah brand yang digunakan PTKA. PTKA ini disebut sebut milik Mantan Menteri perdagangan di era Presiden Megawati, Rini Soemarno. Setelah nota kesepakatan ini diteken, maka selanjutnya sebuah kontrak kerjasama antara ESS dan PTKA juga bakal ditandatangani. Demikian seperti dilansir para pihak melalui rilis yang diterima detiksport.

Tayangan BPL secara eksklusif dapat disaksikan melalui saluran ESPN dan STAR Sports yang menjadi bagian dari paket baru 12 saluran Aora TV yang juga telah menayangkan Olimpiade Beijing 2008 secara eksklusif di empat saluran khusus.

Keputusan memberikan hak siar BPL kepada Aora TV ditetapkan setelah ESS menghubungi seluruh operator TV berlangganan di Indonesia untuk berpartisipasi menyampaikan ketertarikan mereka memperoleh hak siar BPL musim 2008/2009 dan setelah melalui pembahasan dengan beberapa pihak yang berminat.

ESS akan menayangkan 370 pertandingan dalam satu musim ini. Di luar pertandingan, ESS juga menyediakan tayangan preview, cuplikan mingguan dan sebuah paket program pendukung komprehensif yang diproduksi secara in-house. (dtc)

16 Agustus 2008

Menanti Pendobrak Empat Besar

SUDAH enam musim lamanya, empat besar Liga Premier selalu ditempati oleh Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool. Pengecualian hanya terjadi pada tiga musim silam saat Everton merusak tradisi itu. Menjelang bergulirnya musim 2008-09, Sabtu (16/8), banyak orang ingin melihat peta empat besar berubah, lalu siapa yang berpeluang?

Perhatian ditujukan pada Aston Villa, Blackburn Rovers, Everton, Manchester City, Portsmouth dan Tottenham Hotspur. Di luar mereka juga ada barisan kuda hitam lapis dua seperti Newcastle United.

Teristimewa Newcastle karena manajer Kevin Keegan sempat melontarkan komentar kontroversial di akhir musim lalu. "Liga Premier mulai membosankan," katanya ketika itu terkait posisi empat besar yang selalu diisi oleh tim itu-itu saja.

Tentu saja Keegan akan dituntut untuk bisa mengubah peta itu. Namun sayang, Keegan tak banyak melakukan aksi di bursa transfer. Sejauh ini, hanya Danny Guthrie (Liverpool) dan Jonas Gutierrez (Real Mallorca) yang direkrut. Sebaliknya, dia memulangkan gelandang Emre Belozoglu ke Turki, khususnya klub Fenerbahce.

Artinya, Newcastle tak punya perubahan amunisi signifikan untuk ikut bersaing di papan atas. Belum lagi faktor cedera pemain seperti yang kerap dialami striker Michael Owen, Mark Viduka dan Obafemi Martins.

Itu sebabnya Keegan cuma dianggap omong besar karena dia sendiri tak mungkin bisa mengubah sinyalemen yang diucapkannya. Harapan terbesar justru ditujukan pada Tottenham. Sejak bulan Januari lalu, manajer Juande Ramos sudah mengeluarkan uang hingga 90 juta pounds untuk berburu pemain.

Ramos memperbaiki sejumlah sektor dalam dan luar lapangan. Program diet dan fitness ketat adalah agenda pertamanya. Di bursa transfer musim panas ini, pelatih asal Spanyol itu sudah mendatangkan kiper Heurelho Gomes, penyerang Giovanni Dos Santos, pengatur serangan Luka Modric, pemain sayap David Bentley dan pemain masa depan John Bostock. Kemudian Ramos juga melepas 11 pemain yang dianggapnya tak masuk dalam rencana skuad.

Tapi Tottenham kehilangan salah satu pemain berpengaruh, striker Robbie Keane, yang dijual ke Liverpool. Tentu Ramos masih terus mencari penggantinya di bursa transfer, namun untuk sementara lini depannya masih menjanjikan. Dalam laga pra-musim terbarunya, Tottenham menggempur AS Roma 5-0.

Selain Tottenham, tim lain yang paling menjanjikan untuk menggoyang empat besar adalah Everton. Faktor manajer David Moyes diyakini menjadi penentu kestabilan perjalanan The Toffees dalam beberapa musim terakhir Liga Premier. Pasalnya, Moyes tak pernah melakukan pembelian pemain yang jor-joran dan berlevel dunia. Maklum, Everton hanyalah klub kelas menengah yang tidak bergelimang dana.

Namun Moyes selalu bisa memoles pemain yang ada. Musim lalu, Joleon Lescott dan Phil Jagielka bersinar di lini belakang. Musim ini, Moyes prihatin dengan langkah lambat manajemen di bursa transfer. Apalagi dia sudah kehilangan penyerang Andy Johnson yang dijual ke Fulham dan gelandang Tim Cahill yang cedera. Namun sejumlah pengamat merasa yakin Moyes selalu punya jalan keluar dengan mengoptimalkan para pemain muda berbakat.

Konsistensi

Dalam kompetisi, konsistensi permainan dan hasil akan menjadi kunci utama. Bagi tim-tim langganan papan tengah, faktor itu kerap menjadi hambatan. Aston Villa, Manchester City dan Portsmouth kerap tersandung oleh konsistensi permainan.

Ketiga klub tersebut menduduki papan tengah musim lalu. Untuk musim ini, Villa masih diganggu oleh jadi tidaknya kapten Gareth Barry hengkang ke Liverpool. Tapi manajer Martin O'Neal sudah bergerak cepat untuk mengantisipasi bila Barry hengkang.

Gelandang Steve Sidwell digaet dari Chelsea. Sementara kiper berpengalaman asal Amerika Serikat, Brad Friedel, dipercaya mengawal gawang menyusul perginya Thomas Sorensen. Friedel adalah salah satu kiper paling konsisten di musim lalu. Sayang, klub asal kota Birmingham ini kehilangan bek tengah handal Olof Melberg yang hengkang ke Juventus menyusul kontraknya yang kadaluarsa.

Tim papan tengah juga biasanya melesat cepat di awal kompetisi. Portsmouth dan Manchester City adalah contohnya. Mereka berdua sempat menduduki posisi teratas di Liga Premier musim lalu, namun lambat laun turun ke habitat aslinya.

Musim ini, Portsmouth telah mendatangkan penyerang Peter Crouch dari Liverpool. The Pompey pasti akan mengandalkan Crouch dan Jermaine Defoe untuk menggedor gawang lawan. Untuk sementara, hasilnya belum terlihat. 

Tapi, manajer Harry Redknapp pasti gembira melihat pasukannya bisa menahan imbang Manchester United tanpa gol di masa reguler sebelum kalah 1-3 di babak penalti perebutan trofi Community Shield pekan lalu. Redknapp boleh lega dengan kokohnya pertahanan dan kesolidan David James di bawah mistar gawang.

Sementara City kedatangan pelatih baru berbakat Mark Hughes. Sejak musim lalu, skuad City sudah menjanjikan, terutama kiper muda Joe Hart, bek Micah Richards, serta dua gelandang serang Elano dan Martin Petrov.

Namun tim papan tengah juga punya hambatan fisik pemainnya. Mereka tidak dapat tampil konsisten karena satu-dua pemainnya kerap cedera dan harus istirahat terlalu lama. Status mereka sebagai tim menengah membuatnya tak bisa merekrut ahli fisioterapi atau dokter berharga mahal nan berkualitas. Dan ini berimbas pada pemeliharaan fisik pemain sehingga mempengaruhi kualitas permainan.

Secara umum, tim-tim itu punya kualitas cukup untuk bisa merangsek ke posisi empat musim ini, terutama Everton, Tottenham dan Portsmouth. Andai itu tak terjadi, mereka masih bisa menyulitkan empat tim mapan di atasnya.

Tim seperti ketiganya sering dibenci tim mapan. Pasalnya, di saat Manchester United atau Chelsea membutuhkan poin agar bisa berlari kencang menjauhi Arsenal dan Liverpool, justru langkah mereka terjegal. Akan lebih mengesalkan karena jadwal pertemuan mereka masing-masing sering terjadi di masa-masa krusial. (Hdn/bb- Selasa, 12 Agustus 2008)

Fergie: Chelsea Ancaman Serius

DALAM komentarnya menjelang bergulirnya Liga Primer Inggris, pelatih berkebangsaan Skotlandia Ferguson mengakui hebatnya permainan anak asuh Arsene Wenger dan Rafael Benitez. Kedua klub yang diasuh mereka merupakan macan di Liga Primer.

Hanya saja, Fergie tidak begitu ambil pusing dengan kedua klub tersebut. Perhatiannya kini tertuju kepada skuad asuah Luiz Felipe Scolari. Alasan utamanya adalah pengalaman mereka disamping dukungan dana yang cukup besar. 

“Arsenal melewati musim lalu dengan cukup baik hingga mereka mengalami berbagai cedera di bulan Maret, sementara Liverpool telah mendatangkan Robbie Keane dan satu dan dua orang lainnya,” jelas Ferguson sperti yang dikutip oleh SkySports. 

“Namun Chelsea adalah klub yang sangat berpengalaman dan bisa jadi menjadi ancaman serius bagi langkah kami.” 

Tapi bukan berarti hal demikian menyurutkan langkah dan harapan sang pelatih. Ia masih optimis bisa mengawinkan dua gelar, Champions dan Liga, dalam satu musim, seperti yang ia lakukan pada musim sebelumnya. 

"Kami tidak menaikkan target perolehan dari yang sebelumnya telah diraih, namun tantangan bagi kami adalah untuk selalu berkembang dan menjadi lebih baik.” 

"Anda akan berfikir demikian jika memiliki pemain seperti Anderson, (Cristiano) Ronaldo, (Wayne) Rooney dan Nani, kami punya kemampuan untuk memperoleh itu semua.” 

Menanggapi isu kepindahan Dimitar Berbatov, Ferguson mengisyaratkan akan adanya kejutan dalam beberapa hari kedepan. 

"Anda akan terkejut dengan apa yang akan terjadi pada dua hari kedepan,” ujarnya mengakhiri. (zbc)

Ronaldo Pulih Lebih Cepat


MANCHESTER UNITED memperoleh kabar gembira sebelum memulai pergulatan mempertahankan titel juara. Jelang bergulirnya Liga Premier Inggris 2008-09 akhir pekan ini, proses pemulihan cederanya Cristiano Ronaldo bisa pulih lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. 

Winger Portugal itu menjalani proses pemulihan seusai menjalani operasi atas cedera yang menyerang pergelangan kaki menjelang berakhirnya musim kompetisi kemarin. Paling tidak pemain yang membuat hubungan MU dan Real Madrid di musim panas ini merenggang tersebut harus beristirahat selama tiga bulan. 

Berarti, fans Ronaldo baru bisa melihat aksi pemain idolanya dua bulan lagi (Baca: Ronaldo Absen Sampai Oktober). Namun, seperti dilansir Daily Mail, bos The Red Devils, Sir Alex Ferguson mengungkapkan kalau Ronaldo bisa bermain lebih cepat dari yang diprediksi pada awalnya. 

Proses pemulihan Ronaldo yang begitu cepat bahkan mengejutkan spesialis yang menanganinya. “(Pulihnya) Cristiano (Ronaldo) lebih cepat dari yang dijadwalkan,” kata Ferguson. “Spesialis pun terkejut dibuatnya. Dia akan melanjutkan proses yang dijalaninya sekarang sampai tiga pekan ke depan. Selanjutnya dia sudah bisa berlatih kembali secara bertahap. Kami sangat senang.” 

Untuk pertandingan perdana MU menjamu Newcastle United di Old Trafford, besok lusa. Ferguson mengkonfirmasi Wayne Rooney akan bermain setelah pulih dari virus yang menyerang perut. Rooney yakin kondisi sudah bugar seperti sedia kala (Baca: Rooney Ngotot Tampil). “Wayne (Rooney) fit sudah dan dia masuk ke dalam tim untuk pertandingan Minggu (17/08). Pemulihan kondisinya sangat cepat dan dia telah melahap latihan penuh.” (lbc)

Park Yakin MU Treble


ADA yang bilang Manchester United sudah mencapai puncak dan tidak bisa lebih baik. Park Ji-sung tidak setuju dan bahkan berkoar 'Setan Merah' akan merebut treble.

Tahun lalu, MU merebut titel jawara Liga Inggris dan Liga Champions. Tiga trofi gagal mereka kumpulkan karena Ryan Giggs dkk tumbang di tangan Portsmouth di ajang Piala FA.

"Kami kehilangan Piala FA musim lalu, jadi kali ini kami akan berusaha untuk memenangi semua trofi," ujar Park sebagaimana dilansir AFP.

Kapten Chelsea John Terry pernah meragukan kekuatan MU. Menurutnya, performa MU tahun lalu adalah puncak dan Sir Alex Ferguson selalu manajer tak akan bisa menghela The Red Devils untuk lebih kencang berlari.

"Kami memiliki kemampuan untuk itu. Jadi kami akan tetap mencoba mengembangkan dan mencapai hasil yang lebih baik dari yang kami dapat musim lalu," bantah gelandang asal Korea Selatan itu.

Kekuatan MU relatif sama dengan musim lalu. Mereka sama sekali tidak mendatangkan nama baru di bursa pemain musim panas ini. Namun sebaliknya, tak ada satu pun pemain yang hengkang dari Old Trafford.

"Saya percaya kami bisa melakukannya karena meski kami tidak mempunyai pemain baru, kami tidak kehilangan satu pun pemain pula. Itu adalah hal yang terpenting," tandas Park.

Kabar Gembira
Musim lalu banyak waktu dibuang Park Ji-Sung bersama Manchester United. Gelandang internasional Korea Selatan itu lebih sering menghabiskan waktu untuk memulihkan kebugaran akibat deraan cedera yang menerjang lutut Park. 

Cedera lutut serius menerpa Park sejak musim 2006-07. Namun pada Januari lalu ia bisa kembali merumput. Ia langsung memberi kontribusi nyata lewat penampilan apiknya yang turut mengantar MU menjuarai Liga Premier Inggris dan Liga Champions. 

Namun cedera lama kambuh kembali. Lututnya kembali bermasalah ketika ia memperkuat Korsel menghadapi Turkmenistan di babak kualifikasi Piala Dunia 2010, Juni lalu. Akibat cedera tersebut Park juga dicoret dari rencana semula menyertakannya ke Olimpiade Beijing. Pun demikian, Park juga tidak ikut serta dalam persiapan pra-musim beserta seluruh partai pemanasan The Red Devils. 

Kini kabar gembira menghampiri winger berusia 27 tahun itu. Lututnya berangsur pulih dan Park dinyatakan sudah layak turun berlatih normal bersama Ryan Giggs dkk. Namun Park belum cukup fit untuk tampil di pertandingan perdana premiership menjamu Newcastle United di Old Trafford, Minggu, 17 Agustus. 

“Saya setidaknya membutuhkan satu minggu (mengembalikan kondisi fisik) sebelum kembali. Tunggu saja dalam waktu dekat ini,” ucap Park kepada MUTV, seperti apa yang dilansir BBC.

“Saya sangat menantikan untuk kembali bermain di musim ini karena musim kemarin saya absen enam bulan lamanya. Kini saya ingin menebusnya dengan menunjukkan kemampuan maksimal.” 

Rehabilitasi yang dijalani mantan bintang PSV Eindhoven itu sedianya sangat optimal. Kembalinya Park lebih cepat dari yang diperkirakan semula. Comeback Park juga menjadi hadiah bagi manajer MU, Sir Alex Ferguson. Pasalnya jelang kompetisi bergulir dirinya banyak disibukkan oleh kabar cedera yang menimpa pemain pilarnya, sebut saja Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, Michael Carrick dan Owen Hargreaves. (dtc-lbc)

Rooney Fit Hadapi Newcastle

MANAJER Sir Alex Ferguson akhirnya bisa tenang dengan lini depannya. Wayne Rooney dipastikan fit untuk tampil di pertandingan perdana Manchester United di Premier League.

Ferguson sebelumnya sempat khawatir striker internasional Inggris ini tidak dapat tampil saat MU menjamu Newcastle United di Old Trafford akhir pekan ini. Rooney dikabarkan terjangkit virus di saat MU melakukan perjalanan tur mereka ke Nigeria.

Bahkan, Ferguson sempat dituding berbohong terkait serangan virus terhadap Rooney. Setelah absen di Community Shield, Rooney akhirnya dinyatakan telah sehat dan siap tampil. Ia telah mengikuti latihan bersama skuadnya sepanjang minggu ini.

"Itu merupakan sebuah berita yang bagus bagi kami. Dia telah berlatih sepanjang pekan ini dan melakukannya dengan sangat baik. Dia telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik," ungkap Ferguson seperti dilansir Reuters.

Namun MU masih belum dapat memainkan Cristiano Ronaldo di awal musim ini. Winger internasional Portugal akan absen di enam pekan pertama musim ini. Meski demikian pemulihan berjalan dengan baik setelah dilakukan operasi engkel.

"Dia sangat baik dan lebih cepat dari rencana. Spesialis terkejut akan kondisinya saat ini. Untuk tiga pekan ke depan dia akan melanjutkan rehabilitasi dan bagian akhir dia akan melakukan lari serius sebelum dia main dalam klub," ujar Fergie. (dtc)

Keane Tunjuk Skuad Scolari


TERCATAT 12 musim lebih—di musim terakhir, 2004-05 hanya sampai 18 November 2005—Roy Keane membela panji Manchester United. Tak heran, jika mantan kapten Timnas Republik Irlandia ini tahu betul kekuatan dan kelemahan tim yang diasuh Sir Alex Ferguson tersebut.

Berbekal pengalamannya itu di musim lalu (2007-08) Keane memrediksi jika The Red Devils bakal tampil sebagai jawara premiership. Hasilnya, seperti diketahui, tebakan Keane terbukti jitu.

Bagaimana dengan musim ini? Tampaknya, mantan kapten MU ini mulai memancing kegeraman mantan bosnya, Ferguson. Pasalnya, di mata manajer Sunderland berusia 37 tahun ini—manajer termuda di Liga Premier—di musim 2008-09 yang bakal berjaya alias mendapatkan trofi paling bergengsi di Inggris itu adalah Chelsea.

“Bagi saya, tahun ini miliknya Chelsea,” tegas Keane seperti yang dikutip The Guardian.

Alasannya?

“Tahun lalu saya selalu yakin jika MU yang melakukannya (meraih gelar juara). Tapi, kali (tahun) ini saya lebih memilih Chelsea. Sebab, tidak ada pergelaran Piala Afrika di bulan Januari. The Blues punya sosok manajer baru (Luiz Felipe Scolari). Mereka pun membeli satu-dua pemain berkualitas. Yang paling penting, tahun lalu mereka nyaris meraih gelar tersebut,” terang Keane.

Dalam dua tahun sekali, periode Januari-Februari merupakan 'musuh' bagi tim-tim premiership (dan juga klub-klub lainnya di Eropa) yang para pemain andalannya berasal dari negara-negara Afrika. Sebab, itulah durasi diselenggarakan Piala Afrika. Chelsea misalnya, di musim lalu, kehilangan Didier Drogba dan Salomon Kalou (Pantai Gading), Michael Essien (Ghana) dan John Obi Mikel (Nigeria).

Meski demikian, kata Keane, MU masih berpeluang mempertahankan gelar sekaligus mencetak hat-trick. Namun, dengan satu syarat: Ferguson memboyong striker Tottenham Hotspur, Dimitar Berbatov.

“Andaikata United (MU) berhasil merekrut sosok penyerang berkualitas (top) maka peluang mereka masih cukup besar. Tapi, feeling saya sih tetap Chelsea,” tandas Keane.

Di pekan perdana premiership, Sunderland bakal menjamu Liverpool di Stadium of Light, Sabtu (16 Agustus). Keane belum berani mencoret skuad Rafael Benitez dari kandidat jawara. Keane pun paham betul dengan kedahsyatan duet ujung tombak andalan Benitez di musim ini: Fernando Torres dan Robbie Keane yang notabene mantan rekannya di timnas.

“Saya pikir kali ini Liverpool bakal memberikan perlawanan yang lebih ketat dibanding musim lalu. Mereka berambisi meraih gelar itu kembali. Robbie (Keane) dan Torres adalah tipe pemain yang dibutuhkan satu tim untuk jadi juara. Tapi, selain duet mereka, klub lain pun masih punya duet yang mematikan. Seperti (Wayne) Rooney dan (Carlos) Tevez, serta duet Chelsea, (Nicolas) Anelka dan (Didier) Drogba,” pungkas Keane. (lbc)

15 Agustus 2008

Premiership Surga Para Sponsor


LAGI, Liga Premier Inggris jadi yang terbaik di seluruh Eropa. Kali ini bukan dari faktor pendapatan hak siar televisi, melainkan sponsorship dalam kostum tim. Sayangnya, pendapatan yang begitu besar itu tidak merata diterima 20 klub premiership.

Seperti yang dilansir The Times Online, deal transaksi sponsorship kostum bagi 20 klub Liga Premier hampir mencapai 70 juta pound (lebih dari Rp 1,3 triliun) di musim ini atau rata-rata setiap klub meraup 3,45 juta pound (Rp 85 miliar). Namun, dari jumlah tersebut, 46 juta pound di antaranya (hampir 66 persen) hanya didapat lima tim: Manchester United, Chelsea, Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Newcastle United.

Sport+Markt, agensi pemasaran olahraga Eropa, dalam surveynya terkait transaksi-transaksi yang terjadi di liga-liga utama Eropa, melansir Liga Premier Inggris menjadi pangsa utama pihak sponsor kostum.

Di tempat kedua, diduduki Bundesliga dengan jumlah deal mencapai 95,5 juta euro atau sekitar 68 juta pound (Rp 1,28 triliun). Diikuti Liga Serie A Italia yang meraup 71,8 juta euro atau sekitar 51 juta pound (Rp 964 miliar), Ligue 1 Prancis yang mendapat 51 juta euro (36,2 juta pound atau Rp 684 miliar) dan La Liga Spanyol sebesar 50,2 juta euro (Rp 673 miliar).

Namun, jika dilihat dari rata-rata pendapatan per klub, tim-tim yang berkecimpung di Bundesliga-lah yang berhak mendapatkan penghasilan terbesar. Pasalnya, seperti diketahui, berbeda dengan tiga kompetisi utama Eropa—Premiership, Serie A, dan La Liga—Bundesliga hanya diikuti 18 klub.

Jadi, “Pendapatan terbesar rata-rata tim Bundesliga di atas raihan Liga Premier. Rata-ratanya, 5,3 juta euro atau 3,76 juta pound (Rp 71 miliar lebih). Meski demikian, Inggris tetap menjadi pangsa pasar yang menarik (terbesar),” ujar juru bicara Sport+Markt.

‘Setan Merah’ alias The Red Devils tetap menjadi tim terbesar—di Inggris dan Eropa—yang meraup keuntungan dari sponsor kostum tim. Nilai deal MU dengan AIG, perusahaan asuransi ternama Eropa, mencapai 20,8 juta euro (Rp 280 miliar), terpaut 6,3 juta euro dari yang didapat deal Chelsea dengan Samsung Mobile. Deal antara T-Home dengan Bayern Muenchen yang bernilai 20 juta euro menjadi deal klub tertinggi kedua di Eropa dan diikuti Real Madrid yang mengantongi 15 juta euro dari hasil kerjasamanya dengan bwin.com. (zbc-Jumat, 16 November 2007)

Mengapa Klub Inggris Menarik Investor?


SATU lagi klub Inggris jatuh ke tangan pemodal asing. Kini giliran West Ham United. Berubahnya kepemilikan saham mayoritas klub yang berdomisili di London itu akhirnya kian menegaskan bahwa klub-klub Inggris telah menjadi buruan oleh investor besar untuk dimiliki.

Sejak era tahun 2000-an, klub Liga Utama Inggris memang seperti lahan bidikan yang menarik hati bagi para konglomerat papan atas. Pada tahun 2003, saham mayoritas Ken Bates atas Chelsea berpindah ke taipan asal Rusia, Roman Abramovich, setelah terjadi transaksi senilai Rp 2,4 triliun.

Pada tahun 2005, kota Manchester digemparkan dengan kabar telah terbelinya Manchester United oleh konglomerat asal Amerika Serikat, Malcolm Glazer, seharga 13,7 triliun.

Setahun kemudian, serbuan investor asing malah tambah meruyak. Klub Portsmouth yang sejak tahun 1999 dimiliki taipan berdarah Serbia, Milan Mandaric, diakuisisi oleh miliuner Rusia kelahiran Perancis, Alexandre Gaydamak, dengan nilai kompensasi sebesar Rp 278 miliar.

Tahun yang sama, pemodal asal AS kembali masuk dan mencatatkan nama di lantai bursa sebagai pemilik baru klub Inggris, Aston Villa. Dengan menggelontor Rp 1,08 triliun, Randy Lerner resmi melakukan take over atas pemilik lama, Doug Ellis.

West Ham yang kini dimiliki pengusaha asal Eslandia, Eggert Magnusson, menjadi catatan terakhir pada tahun 2006 ini sebagai klub Inggris yang terbeli oleh investor asing. Pasalnya, hampir berbarengan dengan pergantian pemilik di klub lain, setidaknya dua klub elite, yaitu Liverpool dan Newcastle United, juga ikut dikejar.

Mantan PM Thailand yang kekuasaannya telah tumbang lewat kudeta oleh militer, Thaksin Sinawatra, pernah muncul sebagai agresor di Liverpool. Sementara itu, Presiden Newcastle Freddie Sheppard hingga sekarang masih berusaha bertahan dari iming-iming yang ditawarkan grup sindikasi Bavaria.

Sepanjang tahun 2006 pula klub Inggris tenar lainnya, Arsenal, terus berusaha membantah tentang rencana pemindahan kekuasaan dari Danny Fizman, David Dein, dan lembaga keuangan Diamond kepada pemilik baru. Investor yang memburu saham mayoritas Arsenal datang dari sindikasi Rusia.

Stadion baru
West Ham yang terbelit utang senilai 22,5 juta pound agaknya memang harus memilih sikap realistis. Dengan tawaran sebesar 85 juta pound atau senilai Rp 1,86 triliun ditambah opsi investor baru bersedia menanggung beban utang, klub ini akhirnya rela menyerahkan saham mayoritasnya kepada Magnusson.

Apalagi, Magnusson membawa pula isu tentang kemungkinan West Ham pindah ke Stadion Olimpik di London pada 2012.

Magnusson adalah seorang pengusaha ekspor-impor dan panganan serta menjabat sebagai Ketua Federasi Sepak Bola Eslandia sejak tahun 1989. Sejak tahun 2002, Magnusson yang pernah menjabat sebagai presiden klub Valur Reykjavik duduk di komite eksekutif UEFA. 
Keperkasaan Magnusson (59 tahun) ditunjang oleh konsorsium Bank Eslandia, Landsbanki, yang dikepalai miliuner finansial Bjorgolfur Gudmondsson. Dengan nilai yang digelontor itu, Magnusson berhak atas 83 persen saham, yang tadinya dimiliki Terry Brown dan keluarga Cearn serta Warner.

Untuk makin memantapkan kinerja di West Ham, Magnusson juga berjanji untuk segera lengser dari posisinya sebagai Ketua Federasi Sepak Bola Eslandia.

Kedatangan pemilik baru ini sekaligus melenyapkan spekulasi West Ham akan dimiliki pengusaha kelahiran Iran, Kia Joorabchian.

Lantas, mengapa klub-klub Inggris menarik untuk dibeli?

Bisnis dan Politis
Fenomena serbuan investor asing di Inggris telah diprediksikan oleh Keith Harris, ketua dari City Bank Seymour Pierce. Menurut dia, ketertarikan itu terfokus pada dua faktor.

Pertama adalah kontrak televisi, yang bakal berkaitan dengan pendapatan pada sisi bisnis serta politis. Faktor kedua adalah adanya kecenderungan bahwa bangsa Inggris sendiri mudah dalam menerima investor asing.

Dalam hitungan Harris, kontrak atau pembelian hak siar dari televisi pada edisi tahun 2007 hingga 2010 akan mencapai angka 700 juta pound. "Ada pula realisasi keuntungan oleh pemilik baru dengan mengendalikan rekening atau gaji sembari mendorong pendapatan lewat investasi stadion dan cendera mata, seperti yang telah dilakukan Arsenal atau Manchester United," kata Harris.

Pada kenyataannya, membeli klub Liga Inggris seakan juga membeli globalisasi. Pasalnya, popularitas klub Inggris diakui telah menembus batas benua. Eropa, Amerika, Australia, serta yang paling diincar adalah pasar Asia.

Faktor kedua adalah sikap easygoing attitude dari kebanyakan klub di Britania Raya pada investor asing. Bahkan, bagi para pencinta sepak bola, pembelian klub kerap dipandang sebagai cara yang bagus untuk segera menjadi besar atau kaya, sekaligus menghindarkan kegagalan serta kehilangan yang lebih besar lagi.

Sebuah kenyataan yang bakal sulit diperoleh di tempat lain, seperti di Italia, misalnya. Terlalu sulit untuk membayangkan Juventus tanpa keluarga Gianni Agnelli atau Silvio Berlusconi berkeinginan menjual habis seluruh saham miliknya di AC Milan.

Di Inggris, hak siar televisi dijual secara kolektif, yang secara langsung ikut menguntungkan klub-klub medioker dan kecil. Di Italia, hak siar dijual secara eceran alias individual, yang kemudian menciptakan perbedaan pendapatan yang besar pada klub medioker atau kecil, dan pasti tidak kondusif bagi investor.

Dengan kondisi di Inggris, yaitu populer dan kemudahan, akhirnya dipandang pula oleh para pemodal sebagai jalan untuk meraih legitimasi politis.

Abramovich, misalnya. Di balik sejumlah alasan bisnis ketika membeli Chelsea yang berdomisili di "barat", ambisi pribadinya untuk lebih diterima Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi kesampaian.

Adapun bagi duo taipan AS, Glazer dan Lerner, investasi yang ditanamkan di Liga Inggris merupakan bentuk penyampaian pesan kepada dunia tentang apa yang bisa mereka capai setelah bergulat di American Football.

Glazer yang berdarah Yahudi sebelumnya telah memiliki klub sepak bola ala Amerika, Tampa Bay Buccaners. Sedangkan sejak tahun 2002, Lerner menjadi pemilik klub Cleveland Browns. (zbc-Jumat, 1 Desember 2006)

Takutlah dengan 'Setan Merah'

SEBAGAI juara bertahan, Manchester United jadi favorit meraih titel Liga Primer musim 2008/09. Selain itu, Gary Neville juga kalau yakin kekuatan yang dimiliki "Setan Merah" bakal membuat tim lain gemetar ketakutan.

Musim lalu MU meraih gelar juara Liga Primer untuk kali kedua secara beruntun. Kesuksesan tersebut dilengkapi dengan piala Liga Champions usai mengalahkan Chelsea --yang juga jadi rival terdekat di Premiership.

Menjelang dimulainya Liga Primer musim anyar, MU belum mendatangkan pemain baru bernama besar. Tapi dengan materi musim lalu pun "Red Devils" sudah jadi favorit dan menakutkan buat lawan.

"Saya pikir pada suatu waktu kami bisa mengintimidasi. Ketika Anda punya pemain-pemain yang bisa berhadapan satu lawan satu dengan lawan seperti yang kami miliki di skuad kami, itu adalah hal yang paling mengintimidasi," ucap Neville seperti dikutip The Sun, Selasa (12/8/2008).

Skipper MU yang baru pulih dari cedera panjang tersebut menilai bahwa tim lain akan kian ketar-ketir karena pemain depan MU bukan cuma lihai melewati lawan ketika bertarung satu lawan satu, tapi juga tangguh di udara dan punya fisik kuat.

"Kami bisa menghadapi perlakuan terkeras dari bek Eropa atau Inggris. Para pemain depan kami sangat mengintimidasi untuk dilawan --saya bermain melawan mereka dalam latihan," tegas Neville.

Lini depan MU diisi oleh sejumlah nama bernaluri menyerang tinggi seperti Carlos Tevez, Ryan Giggs, Wayne Rooney, Nani dan Cristiano Ronaldo. Di atas lapangan kesemuanya mampu bertukar posisi dan terus bergerak dalam upaya menjebol gawang lawan.

Buat Neville yang sudah membela MU sejak tahun 1992, metode tersebut memang beda dibanding gaya lawas kubu Old Trafford. Tapi itu efektif.

"Tiga atau empat pemain depan kami bisa bermain di semua posisi dan itu menyulitkan lawan. Mereka (lawan) tak tahu siapa yang akan mereka hadapi dari menit ke menit, apalagi dari pertandingan ke pertandingan. Buat kami itu bagus."

"Kami masih memiliki kedisplinan bertahan di tim dan semuanya bercampur bersama. Itu paduan yang bagus," demikian Neville.

Musim lalu MU mencatat rekor produktivitas dan kebobolan paling bagus di Liga Primer. Tim racikan Sir Alex Ferguson itu membuat 80 gol dan kemasukan 22 gol. Total selisih gol yang dicatatkan, 58, pun jadi yang terbaik. (dtc)

MU Masih Favorit Juara

MANCHESTER UNITED diyakini akan mempertahankan gelar juara Premier League. MU masih diunggulkan atas Chelsea, Arsenal dan Liverpool di musim 2008/2009 ini. 

MU selama musim panas ini tidak melakukan pembelian pemain besar. Manajer Sir Alex Ferguson pun masih mengandalkan wajah-wajah lama yang sukses memenangi gelar Premier League dan juga Liga Champions di musim lalu, dengan dikombinasikan pemain mudanya. 

Keputusan Cristiano Ronaldo untuk tetap memperkuat The Red Devils ini juga semakin membuat ketangguhan klub ini masih sangat patut diperhitungkan. Tak heran jika beberapa rumah taruhan masih menempatkan MU di posisi teratas sebagai favorit juara. 

Bandar taruhan Ladbrokes yang berpusat di Inggris masih mengunggulkan MU di posisi teratas dengan koefisien 4/7. Begitu pula dengan dua bursa taruhan besar dunia yaitu William Hill (11/8) dan juga Bwin (2.50) yang menempatkan MU sebagai calon juara. 

Lalu siapa unggulan di posisi kedua? Seperti musim lalu, Chelsea masih diyakini sebagai ancaman serius bagi MU. Apalagi dengan pembenahan yang dilakukan Chelsea dengan mengangkat Luiz Felipe Scolari sebagai manajer barunya dan mendatangkan pemain bintang Eropa. 

Klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini diunggulkan oleh Ladbrokes di posisi kedua dengan koefisien 13/8. Begitu pula di bursa taruhan William Hill dan juga situs taruhan Bwin, Chelsea berada di posisi kedua dengan koefisien 13/8 dan 2.65. 

Sementara tiga bursa taruhan ini juga sama-sama menempatkan Arsenal di posisi ketiga atau diunggulkan satu peringkat dari Liverpool. Sedangkan Tottenham Hotspur masih diyakini akan menjadi pengganggu The Big Four setelah tiga rumah taruhan menempatkannya di posisi kelima. (dtc)

Bursa Taruhan Juara Premier League 2008/2009 : 

Ladbrokes : 
Manchester Utd 5/4
Chelsea 13/8
Arsenal 6/1
Liverpool 6/1
Tottenham 50/1

William Hill : 
Man Utd 11/8
Chelsea 13/8
Arsenal 4/1
Liverpool 15/2
Tottenham 50/1

Bwin: 
Manchester United 2.50
Chelsea FC 2.65
Arsenal FC 6.00
Liverpool FC 6.25
Tottenham Hotspur 67.00

Menanti MU Menyandingi Liverpool

SEJAK lama, Liverpool adalah "rajanya" Liga Inggris dengan koleksi titel juara paling banyak. Namun, mahkota mereka itu tengah terancam andai saja Manchester United kembali menjadi juara musim ini.

Dari pertama kali kompetisi Liga Inggris digulirkan tahun 1892 hingga kini, The Reds adalah tim dengan kolekasi gelar juara paling banyak. Total 18 kali mereka berhasil menjadi juara Liga Inggris.

Dominasi Liverpool terjadi pada dekade 70 dan 80-an. Pada masa keemasan mereka ini, total ada sebelas buah titel juara yang berhasil mereka kumpulkan.

Namun, semua berhenti di musim 1989-90. Itulah terakhir kalinya Liverpool meraih titel juara. Sejak Inggris memakai format Premier League tahun 1992-93, tampuk kekuasaan berpindah ke tangan MU.

Dari 16 kali kompetisi berformat Premiership digelar, The Red Devils memenangi lebih dari separuhnya. Terhitung skuad arahan Sir Alex Ferguson berhasil menjuarai Liga Inggris sebanyak 10 kali dalam periode ini. Kalau Liverpool adalah rajanya Liga Inggris, maka MU adalah penguasa era Premier League.

Hasilnya, koleksi gelar MU pun membengkak. Musim lalu merupakan kali ke-17 anak-anak Old Trafford berhasil menjadi juara. Itu artinya "Setan Merah" hanya perlu satu gelar lagi untuk menyamai perolehan gelar Liverpool. 

Demi mempertahankan gelar juara, sebagian besar skuad musim lalu dipertahankan. Yang paling menjadi tantangan adalah mengenai Cristiano Ronaldo. Topskorer Liga Inggris musim lalu ini mati-matian digenggam kandati ada tarikan yang sangat kuat dari Real Madrid.

Namun, jauh-jauh hari Sir Alex sudah menandaskan bahwa kekuatan MU musim ini tak akan melulu bertumpu pada Ronaldo. Ia memprediksikan bahwa pemain lain semisal Carlos Tevez juga siap untuk bersinar.

"Hal yang bagus mengenai Tevez adalah ia bermain dengan hati. Dia tak bisa terintimidasi, ia bertarung untuk mendapatkan bola, dan ia sangat membantu kami," tandas manajer asal Skotlandia itu di Goal.

Amunisi baru pun tengah dicari. Sir Alex berharap MU bisa mendapatkan seorang striker baru. Yang paling santer didekati adalah Dimitar Berbatov. Tetapi, hingga kini Tottenham Hotspur belum bersedia untuk melepas penyerang asal Bulgaria itu. 

Bagaimana dengan Liverpool? Kehampaan gelar selama 18 tahun tentu membuat mereka "lapar". Steven Gerrard, sang kapten, sudah sejak lama menyatakan mengidam-idamkan gelar juara Liga Inggris yang belum pernah sekalipun diraihnya.

Dengan dukungan tenaga baru dari pemain seperti Robbie Keane, Liverpool siap untuk mempertahankan tahta mereka sebagai "raja tunggal" Liga Inggris. "Saya pikir kami lebih baik dari tahun lalu," ujar pelatih Rafa Benitez penuh keyakinan. (dtc)

Khawatirnya Vidic pada Chelsea

SIR Alex Ferguson boleh saja menyebut pemain Chelsea terlalu tua yang membuat mereka tak akan mampu bersaing di musim ini. Tapi Nemanja Vidic justru melihat ancaman besar dari skuad The Blues.

Adalah keberadaan Luis Felipe Scolari yang membuat Chelsea makin menjadi ancaman serius bagi MU dalam mempertahankan gelar juaranya musim ini. Dengan trek rekor sukses yang panjang, Big Phil diyakini bakal menularkan hal tersebut pada Frank Lampard cs.

"Chelsea adalah tim besar dengan pemain hebat. musim ini mereka membeli satu atau dua pemain dan sangat menginginkan memenangi tropi bersama Scolari," ungkap Vidic di Dailymail.

Hengkangnya Jose Mourinho dan masalah internal yang menyelimuti klub London tersebut membuat The Blues gagal meraih satu gelarpun. Hebatnya, Chelsea tetap mampu meladeni MU bersaing di Liga Inggris dan bahkan mencatat rekor saat untuk kali pertama lolos ke final Liga Champions.

Dengan kondisi yang lebih baik musim ini, plus persiapan yang jauh lebih matang, tropi-tropi berbagai kejuaraan jelas berpeluang besar dibawa ke Stamford Bridge pada akhir musim nanti.

"Mereka lapar akan gelar mungkin karena tahun lalu gagal memenangi apapun. Hasrat yang juga kami miliki," lanjut bek asal Serbia itu.

Perjuangan "Setan Merah" di awal musim ini dipastikan sedikit lebih berat menyusul belum pulihnya kondisi Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo. Kabar yang cukup menggembirakan adalah kembalinya bek senior Gary Neville yang sudah setahun lebih tak merumput karena cedera.

"Gary, (Paul) Scholes dan (Ryan) Giggs adalah pemain berpengalaman yang masih ingin memenangi tropi. Anda lihat sendiri di Wembley. Ini akan mendorong pemain lain melakukan hal yang sama, contoh untuk diikuti. Kami berusaha melakukannya dan terus melangkah," pungkas Vidic. (dtc)

12 Agustus 2008

Krisis? Tenang, Ada Tevez


TAK ada gol yang dicetak Carlos Tevez saat Manchester United menundukkan Portsmouth di Community Shield. Tapi melihat penampilan striker Argentina itu, Sir Alex Ferguson mungkin tak terlalu khawatir dengan banyaknya pemain yang cedera.

Krisis lini depan sempat dihadapi MU jelang laga menghadapi Pompey. Meski akhirnya menang 3-1, "Setan Merah" terkendala minimnya stok penyerang menyusul cedera Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney yang terserang virus dan belum jelasnya nasib Louis Saha.

Faktanya, MU gagal mencetak gol diwaktu normal dalam laga di New Wembley, Minggu (10/8/2008), kemenangan mereka dapat melalui adu tos-tosan setelah tak ada gol tercipta selama 90 menit. Namun siapapun yang menyaksikan laga tersebut rasanya tak akan keberatan kalau Tevez sudah memberi jawaban atas masalah lini depan MU, meski dia tak mencetak gol.

Ditempatkan sebagai striker tunggal dalam formasi 4-4-1-1, Tevez menjadi ancaman serius bagi pertahanan Pompey. Hanya nasib apes dan kehebatan David James yang menghindarkan striker 24 tahun itu dari mencatatkan namanya di papan skor.

"Hari ini dia mendatangkan banyak masalah buat Portsmouth dan mungkin bisa mencetak dua atau tiga gol. Dia layak menjadi man of the match," sanjung Gary Neville seperti diberitakan Goal.

Tevez sebenarnya berhak mendapat penalti saat kakinya dipegangi Hermann Hreidarsson di kotak terlarang saat mengejar bola. Namun wasit tak menilai insiden tersebut layak dihadiahi penalti, keputusan yang sempat membuat emosi Tevez naik dan mencengkram leher bek Islandia itu.

"Saya tidak melihat reaksinya, tapi bisa saya bayangkan kalau itu adalah buah dari rasa frustasi. Dari sudut pandang saya dia seharusnya dapat penalti... Saya pikir dia mungkin merupakan pemain paling menonjol di sepanjang pra musim. Dia selalu tampil fantastis di seluruh pertandingan," pungkas sang kapten. (dtc)