Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

18 Agustus 2008

Trofi






Liga Utama Inggris : 17 
1907–08, 1910–11, 1951-52, 1955-56, 1956–57, 1964–65, 1966-67, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01, 2002–03, 2006-07, 2007-08

Liga Divisi Satu Inggris : 2
1935–36, 1974–75

Piala FA : 11 
1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004.

Piala Carling : 2 
1992, 2006

FA Charity/Community Shield : 16 
1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007 (* juara bersama)

Liga Champions : 3 
1968, 1999, 2008

Piala Winners : 1 
1991

Piala Super UEFA : 1 
1991

Piala Interkontinental/Kejuaraan Dunia Antar Klub : 1 
1999

12 Agustus 2008

Hreidarsson: Tevez Injak Saya


HERMANN HREIDARSSON mengeluhkan sikap kasar Carloz Tevez. Bek Portsmouth itu mengaku sempat diinjak oleh striker Manchester United tersebut saat laga Community Shield. 

MU memenangi laga Community Shield di Wembley yang berakhir lewat adu penalti dengan skor 3-1, Minggu (10/8/2008). Manajer Sir Alex Ferguson memberikan Tevez kepercayaan untuk mengisi lini depan MU guna menghadapi The Pompey. 

Pada menit ke-75 Tevez sempat mengeluh karena tidak mendapatkan hadiah penalti setelah Hreidarsson sempat menahan lajunya dengan memegangi kakinya di kotak terlarang. Insiden tersebut berakhir dengan Tevez mencengkram leher Hreidarsson. 

Namun, wasit Peter Walton tetap membiarkan pertandingan terus berjalan dan tidak ada keputusan yang diambil untuk kedua pemain tersebut. Meski demikian, Hreidarsson pun mengungkapkan alasan dirinya memegangi kaki striker internasional Argentina ini.

"Saya terjatuh dan dia menginjak saya. Saya pikir dia dapat menghindari saya, tidak perlu melakukan itu. Sebab itu mengapa saya bereaksi dan mengapa saya memegang kakinya," keluh Hreidarsson seperti dilansir Sporting Life. 

Tuduhan Hreidarsson memang tidak akan mempengaruhi kemenangan MU. Namun di luar insiden tersebut, Tevez menunjukkan sebagai striker yang berbahaya dan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Pompey meskipun gagal mencetak gol di waktu normal. ( dtc)

Kemenangan Misterius Fergie


MENDOMINASI laga, Manchester United harus melalui adu penalti sebelum menundukkan Portsmouth dan memenangi Community Shield. Kondisi yang membuat Sir Alex Ferguson terheran dan bahkan menyebutnya sebagai misteri.

Meski tampil tanpa Wayne Rooney yang masih terserang virus dan Cristiano Ronaldo yang tengah menjalani pemulihan usai naik meja operasi, MU tetap tampil superior atas Portsmouth. Namun dari banyak peluang yang dikreasikan sepanjang pertandingan tak satupun berujung gol, situasi yang memaksakan digelarnya adu penalti.

Keunggulan MU di waktu normal ternyata masih berlanjut di adu tos-tosan. Saat ketiga penendangnya melaksanakan tugas dengan sempurna, di kubu Pompey cuma Jermaine Defoe yang mampu menjebol jala Edwin van der Sar. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-1. 
"Saya sangat puas dengan penampilan kami - itu sempurna. Tapi fakta kami harus menjalani adu penalti adalah salah satu misteri dalam sepakbola. Kami memiliki banyak kesempatan dan kami tampil lebih baik, tapi ini cuma (laga) pra musim," ungkap Fergie di BBC.

Di samping penyelesaian akhir yang buruk, nasib sial MU bertambah dengan gemilangnya penampilan kiper David James. Namun satu hal yang juga sangat disesali Fergie adalah pelanggaran Hermann Hreidarsson yang memegangi kaki Carlos Tevez di kotak terlarang yang seharusnya berbuah penalti buat mereka.

"Saya kira semua orang akan berpikir kalau itu adalah penalti. Saya tak tahu bagaimana posisi wasit Peter Walton saat itu. Tapi (penalti) itu tak diberikan dan itu bukan masalah," lanjut pria Skotlandia itu.

Insiden antara Tevez dan Hreidarsson sesungguhnya berlanjut dengan kekesalan sang striker Argentina yang memegang leher bek asal Islandia itu. Namun insiden tersebut terlepas dari pengamatan Fergie maupun wasit Walton. (dtc)

MU Juara Community Shield


MANCHESTER UNITED menjadi juara Community Shield 2008/2009 usai menundukkan Portsmouth dengan skor 3-1 di New Wembley Stadium, London, Minggu (10/8/2008) melalui drama adu penalti.

Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi MU dalam dua event, yaitu ajang community shield dan laga ujicoba pra-musim.

MU memang dominan dalam beberapa ujicoba pra musim. Dalam delapan partai persahabatan, enam di antaranya berakhir dimenangi 'Setan Merah'. Sementara sisanya berakhir dengan hasil imbang.

Catatan serupa juga ditorehkan MU di laga penanda bakal bergulirnya Premiership musim ini. Total sudah 17 kali mereka menjadi juara dari 25 kali penampilan di event ini.

Apalagi dalam drama adu penalti. Di ajang ini, MU terbilang sangat beruntung. Duel melawan Arsenal tahun 2003 dan melawan Chelsea musim lalu menjadi bukti MU selalu unggul dalam adu tos-tosan.


Catatan itu ternyata terus berlanjut jelang bergulirnya kompetisi. Tampil di event bertajuk laga amal, MU menang atas Portsmouth, juara Piala FA, dalam drama adu penalti dengan skor 3-1.

Dari empat eksekutor Portsmouth, tiga di antaranya gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara tiga penendang MU tak banyak kesulitan melakukan kewajibannya. Juara Liga Inggris musim lalu itupun kembali keluar sebagai kampiun Community Shield tahun ini.

Dominan
Lini depan MU terbukti harus dibenahi secara serius. Buktinya, meski tampil dominan, MU hanya mampu menang lewat adu penalti atas Portsmouth.

MU tampil mencolok sepanjang pertandingan. Bermain di hadapan 84 ribu lebih penonton, Paul Scholes cs kerap menekan lini pertahanan Portsmouth. Carlos Tevez memiliki kesempatan pertama menjebol gawang David James di menit 17. Namun umpan apik Darren Fletcher gagal dimaksimalkannya dengan baik.

James melakukan penyelamatan gemilang di menit 26 dengan mementahkan peluang yang dimiliki Ryan Giggs. Sepuluh menit berselang, gawang Portsmouth kembali terselamatkan setelah Fletcher gagal menyontek bola dengan baik ke gawang yang kosong melompong kala menyambut umpan Nani.

MU terus menekan setelah turun minum. Beberapa kali Fletcher mendapat kesempatan membuat timnya unggul, namun kesemuanya juga gagal dimaksimalkannya.

Menit ke-70, James untuk kesekian kalinya melakukan penyelamatan gemilang. Meski harus terbang, ia mampu menepis bola hasil tendangan Tevez yang mengarah ke sudut gawangnya.

Lima menit kemudian, Tevez dijatuhkan Hermann Hreidarsson di kotak penalti Portsmouth lewat tarikan pada kakinya. Namun wasit Peter Walton tak bereaksi dan memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.

Peluang terakhir MU tercipta lewat striker belianya, Fraizer Campbell. Namun sepakannya masih jauh di atas gawang Pompey. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang ditiup, yang mengartikan kemenangan harus diputuskan lewat adu penalti.

Ketimbang MU, Portsmouth terbukti masih cukup hijau dalam drama ini. Indikasinya, tiga eksekutor mereka, Lassana Diarra, Arnold Mvuemba dan Glen Johnson gagal menjebol gawang Edwin van der Sar meski hanya berhadapan satu lawan satu. Hanya Jermain Defoe yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Sementara MU tak banyak kesulitan untuk menaklukkan James. Tevez, Giggs dan Michael Carrick berhasil mengecoh kiper utama timnas Inggris itu untuk mengklaim tropi Community Shield 2008. (dtc)

Susunan Pemain:
MU: Van der Sar, Neville (Brown 66), Ferdinand, Vidic, Evra, Fletcher, O'Shea (Carrick 66), Scholes, Giggs, Nani (Campbell 79), Tevez.

Portsmouth: James, Johnson, Campbell, Distin, Hreidarsson (Lauren 79), Diop, Pedro Mendes (Mvuemba 75), Diarra, Kranjcar (Utaka 60), Crouch, Defoe.