16 Agustus 2008

Park Yakin MU Treble


ADA yang bilang Manchester United sudah mencapai puncak dan tidak bisa lebih baik. Park Ji-sung tidak setuju dan bahkan berkoar 'Setan Merah' akan merebut treble.

Tahun lalu, MU merebut titel jawara Liga Inggris dan Liga Champions. Tiga trofi gagal mereka kumpulkan karena Ryan Giggs dkk tumbang di tangan Portsmouth di ajang Piala FA.

"Kami kehilangan Piala FA musim lalu, jadi kali ini kami akan berusaha untuk memenangi semua trofi," ujar Park sebagaimana dilansir AFP.

Kapten Chelsea John Terry pernah meragukan kekuatan MU. Menurutnya, performa MU tahun lalu adalah puncak dan Sir Alex Ferguson selalu manajer tak akan bisa menghela The Red Devils untuk lebih kencang berlari.

"Kami memiliki kemampuan untuk itu. Jadi kami akan tetap mencoba mengembangkan dan mencapai hasil yang lebih baik dari yang kami dapat musim lalu," bantah gelandang asal Korea Selatan itu.

Kekuatan MU relatif sama dengan musim lalu. Mereka sama sekali tidak mendatangkan nama baru di bursa pemain musim panas ini. Namun sebaliknya, tak ada satu pun pemain yang hengkang dari Old Trafford.

"Saya percaya kami bisa melakukannya karena meski kami tidak mempunyai pemain baru, kami tidak kehilangan satu pun pemain pula. Itu adalah hal yang terpenting," tandas Park.

Kabar Gembira
Musim lalu banyak waktu dibuang Park Ji-Sung bersama Manchester United. Gelandang internasional Korea Selatan itu lebih sering menghabiskan waktu untuk memulihkan kebugaran akibat deraan cedera yang menerjang lutut Park. 

Cedera lutut serius menerpa Park sejak musim 2006-07. Namun pada Januari lalu ia bisa kembali merumput. Ia langsung memberi kontribusi nyata lewat penampilan apiknya yang turut mengantar MU menjuarai Liga Premier Inggris dan Liga Champions. 

Namun cedera lama kambuh kembali. Lututnya kembali bermasalah ketika ia memperkuat Korsel menghadapi Turkmenistan di babak kualifikasi Piala Dunia 2010, Juni lalu. Akibat cedera tersebut Park juga dicoret dari rencana semula menyertakannya ke Olimpiade Beijing. Pun demikian, Park juga tidak ikut serta dalam persiapan pra-musim beserta seluruh partai pemanasan The Red Devils. 

Kini kabar gembira menghampiri winger berusia 27 tahun itu. Lututnya berangsur pulih dan Park dinyatakan sudah layak turun berlatih normal bersama Ryan Giggs dkk. Namun Park belum cukup fit untuk tampil di pertandingan perdana premiership menjamu Newcastle United di Old Trafford, Minggu, 17 Agustus. 

“Saya setidaknya membutuhkan satu minggu (mengembalikan kondisi fisik) sebelum kembali. Tunggu saja dalam waktu dekat ini,” ucap Park kepada MUTV, seperti apa yang dilansir BBC.

“Saya sangat menantikan untuk kembali bermain di musim ini karena musim kemarin saya absen enam bulan lamanya. Kini saya ingin menebusnya dengan menunjukkan kemampuan maksimal.” 

Rehabilitasi yang dijalani mantan bintang PSV Eindhoven itu sedianya sangat optimal. Kembalinya Park lebih cepat dari yang diperkirakan semula. Comeback Park juga menjadi hadiah bagi manajer MU, Sir Alex Ferguson. Pasalnya jelang kompetisi bergulir dirinya banyak disibukkan oleh kabar cedera yang menimpa pemain pilarnya, sebut saja Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, Michael Carrick dan Owen Hargreaves. (dtc-lbc)

Rooney Fit Hadapi Newcastle

MANAJER Sir Alex Ferguson akhirnya bisa tenang dengan lini depannya. Wayne Rooney dipastikan fit untuk tampil di pertandingan perdana Manchester United di Premier League.

Ferguson sebelumnya sempat khawatir striker internasional Inggris ini tidak dapat tampil saat MU menjamu Newcastle United di Old Trafford akhir pekan ini. Rooney dikabarkan terjangkit virus di saat MU melakukan perjalanan tur mereka ke Nigeria.

Bahkan, Ferguson sempat dituding berbohong terkait serangan virus terhadap Rooney. Setelah absen di Community Shield, Rooney akhirnya dinyatakan telah sehat dan siap tampil. Ia telah mengikuti latihan bersama skuadnya sepanjang minggu ini.

"Itu merupakan sebuah berita yang bagus bagi kami. Dia telah berlatih sepanjang pekan ini dan melakukannya dengan sangat baik. Dia telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik," ungkap Ferguson seperti dilansir Reuters.

Namun MU masih belum dapat memainkan Cristiano Ronaldo di awal musim ini. Winger internasional Portugal akan absen di enam pekan pertama musim ini. Meski demikian pemulihan berjalan dengan baik setelah dilakukan operasi engkel.

"Dia sangat baik dan lebih cepat dari rencana. Spesialis terkejut akan kondisinya saat ini. Untuk tiga pekan ke depan dia akan melanjutkan rehabilitasi dan bagian akhir dia akan melakukan lari serius sebelum dia main dalam klub," ujar Fergie. (dtc)

Keane Tunjuk Skuad Scolari


TERCATAT 12 musim lebih—di musim terakhir, 2004-05 hanya sampai 18 November 2005—Roy Keane membela panji Manchester United. Tak heran, jika mantan kapten Timnas Republik Irlandia ini tahu betul kekuatan dan kelemahan tim yang diasuh Sir Alex Ferguson tersebut.

Berbekal pengalamannya itu di musim lalu (2007-08) Keane memrediksi jika The Red Devils bakal tampil sebagai jawara premiership. Hasilnya, seperti diketahui, tebakan Keane terbukti jitu.

Bagaimana dengan musim ini? Tampaknya, mantan kapten MU ini mulai memancing kegeraman mantan bosnya, Ferguson. Pasalnya, di mata manajer Sunderland berusia 37 tahun ini—manajer termuda di Liga Premier—di musim 2008-09 yang bakal berjaya alias mendapatkan trofi paling bergengsi di Inggris itu adalah Chelsea.

“Bagi saya, tahun ini miliknya Chelsea,” tegas Keane seperti yang dikutip The Guardian.

Alasannya?

“Tahun lalu saya selalu yakin jika MU yang melakukannya (meraih gelar juara). Tapi, kali (tahun) ini saya lebih memilih Chelsea. Sebab, tidak ada pergelaran Piala Afrika di bulan Januari. The Blues punya sosok manajer baru (Luiz Felipe Scolari). Mereka pun membeli satu-dua pemain berkualitas. Yang paling penting, tahun lalu mereka nyaris meraih gelar tersebut,” terang Keane.

Dalam dua tahun sekali, periode Januari-Februari merupakan 'musuh' bagi tim-tim premiership (dan juga klub-klub lainnya di Eropa) yang para pemain andalannya berasal dari negara-negara Afrika. Sebab, itulah durasi diselenggarakan Piala Afrika. Chelsea misalnya, di musim lalu, kehilangan Didier Drogba dan Salomon Kalou (Pantai Gading), Michael Essien (Ghana) dan John Obi Mikel (Nigeria).

Meski demikian, kata Keane, MU masih berpeluang mempertahankan gelar sekaligus mencetak hat-trick. Namun, dengan satu syarat: Ferguson memboyong striker Tottenham Hotspur, Dimitar Berbatov.

“Andaikata United (MU) berhasil merekrut sosok penyerang berkualitas (top) maka peluang mereka masih cukup besar. Tapi, feeling saya sih tetap Chelsea,” tandas Keane.

Di pekan perdana premiership, Sunderland bakal menjamu Liverpool di Stadium of Light, Sabtu (16 Agustus). Keane belum berani mencoret skuad Rafael Benitez dari kandidat jawara. Keane pun paham betul dengan kedahsyatan duet ujung tombak andalan Benitez di musim ini: Fernando Torres dan Robbie Keane yang notabene mantan rekannya di timnas.

“Saya pikir kali ini Liverpool bakal memberikan perlawanan yang lebih ketat dibanding musim lalu. Mereka berambisi meraih gelar itu kembali. Robbie (Keane) dan Torres adalah tipe pemain yang dibutuhkan satu tim untuk jadi juara. Tapi, selain duet mereka, klub lain pun masih punya duet yang mematikan. Seperti (Wayne) Rooney dan (Carlos) Tevez, serta duet Chelsea, (Nicolas) Anelka dan (Didier) Drogba,” pungkas Keane. (lbc)

15 Agustus 2008

Mengenang Tragedi Munich 1958


KELUARGA besar Manchester United berkumpul. Tidak peduli asal, warna kulit atau perbedaan lainnya. Semuanya tumplek jadi satu untuk mengenang Tragedi Munich 1958. Pada 6 Februari, tepat 50 tahun lalu, tim MU yang diarsiteki Sir Matt Busby jatuh dalam perjalanan menggunakan pesawat udara.

Tepat satu menit setelah pesawat penerbangan bernomor BEA 609 ZU lepas dari Bandara Munich terjadi kecelakaan yang membawa anak-anak asuhan Busby--Busby Babes. Sebagai bentuk penghormatan setengah abad, atas tragedi yang merenggut nyawa insan manusia yang mengabdikan dirinya di Old Trafford.

Seperti dilansir Daily Mail, suasana syahdu menyelimuti stadion yang menjadi markas The Red Devils. Di dalam ruangan khusus--Manchester Suite--para korban selamat, pemain MU saat ini dan seluruh staf serta tamu undangan hadir untuk memberikan rasa hormatnya.

Penghormatan tidak hanya dilangsungkan di Old Trafford. Dipimpin Ketua Dewan Direksi Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge, seremoni mengenang tragedi itu juga dilakukan di zero ground atau tempat insiden itu terjadi yang sekarang telah berdiri tugu peringatan. Tidak sedikit fans MU juga hadir langsung ke Munich.

Di luar, tepatnya di jalan yang diabadikan dengan nama Sir Matt Busby—manajer MU yang diklaim terbesar bersama Sir Alex Ferguson—di mana terdapat monumen peringatan jam berhenti tepat di pukul 03.04 pm, 6 Februari 1958, beribu-ribu orang berkumpul sebagai tanda simpati dan meletakkan karangan bunga.

Kebanyakan dari para simpatisan yang hadir dengan sukarela mengenakan seragam MU di era saat ini namun dengan embel-embel Munich ’58 di belakang. Tidak sedikit yang juga mengenakan kaus replika MU bernomor punggung 6 milik Duncan Edwards—salah satu pemain legendaris MU yang tewas di Munich.

Berbagai pesan tersebar. Salah satunya ditulis langsung oleh Pangeran Charles. Tragedi memilukan itu terjadi di suasana bersuka cita ketika MU kembali ke Inggris setelah bermain imbang 3-3 dengan Red Star Belgrade dalam ajang European Cup (format sebelum Liga Champions) yang menghantar mereka menuju ke babak semifinal.

Dari 23 korban, delapan di antaranya merupakan pemain. Yang terdiri dari Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor, Liam "Billy" Whelan dan disusul Edwards 15 hari kemudian akibat luka parah yang dideritanya. Tiga korban merupakan staf klub. Delapan jurnalis, dua kru penerbangan serta dua lagi merupakan penumpang biasa.

Busby—tewas pada 1994—dan Sir Bobby Charlton merupakan salah satu korban luka. Tapi keduanya pulih dan melanjutkan karirnya, dan memimpin MU meraih ‘gelar yang tertunda’ sepuluh tahun kemudian. Mengapa dikatakan tertunda? Banyak pihak yakin skuad MU di tahun 58 itu sedang bagus-bagusnya dan akan meraih gelar juara.

Bertepatan jam menunjukkan jam J, orang yang berkumpul mengheningkan cipta selama satu menit dengan dibarengi pembacaan ke-23 nama korban. Selepas prosesi mengheningkan cipta, sontak disambut aplaus dan menyanyikan lagu kebesaran fans MU, The Red Flag dan We Love United, We Do. Sebagai prosesi lanjutan, baik MU maupun Manchester City mengenakan seragam khusus tanpa sponsor saat keduanya berhadapan di Old Trafford, Minggu (10/02). (zbc-Kamis, 7 Feb 2008)

Manchester United: 1958-2008


DARI Munich hingga Moskwa, antara tragedi dan kejayaan telah tercatat dalam kisah perjalanan Manchester United. dari tahun 1958 hingga 2008. Perayaan 50 tahun tragedi Munich hingga United meraih puncaknya mendapatkan Double Winners musim ini

1958 - Generasi hilang yang secara kejam menghapus potensi klub untuk merajai Eropa.
Delapan pemain Manchester United (MU) tewas dalam kecelakaan pesawat di Munich, setelah mengisi bensin sepulangnya dari laga Piala Eropa di Belgrade. Rasa simpati datang dari seluruh penjuru dunia, dan banyak pihak merasa yakin dengan kemampuan MU untuk mencapai prestasi tinggi kala itu, namun Old Trafford terpaksa membangun tim baru.

1963 - Kedatangan George Best yang mengawali era baru. Setahun setelah mengontrak Denis Law, seorang pemain dari Irlandia Utara yang bernama George Best tiba di klub untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa, yang membantu MU menjadi salah satu tim terkenal dunia.

1968 - Satu dasawarsa setelah musibah, MU meraih titel Piala Eropa pertamanya
Sepuluh tahun setelah tragedi Munich yang menimpa sebuah tim yang sebenarnya mampu memenangkan Piala Eropa, Matt Busby membangun tim baru dengan kekompakan Best, Law dan Bobby Charlton untuk meraih Piala Eropa dengan skor 4-1 atas Benfica melalui perpanjangan waktu di Wembley. Charlton mencetak dua gol.

1969 - Busby memilih jadi manajer umum.Busby nyaris membawa MU sebagai salah satu klub terhebat di Eropa, namun ia memutuskan untuk sebuah posisi di latar belakang sebagai manajer umum, sehingga kursinya diberikan kepada Wilf McGuinness untuk menjadi pelatih baru klub. Akibatnya, McGuinness gagal menghasilkan prestasi, dan di sinilah awal kemunduran MU yang tak terduga.

1974 - Degradasi mendorong terjadinya perubahan besar untuk kembali promosi. Secara mengejutkan, MU degradasi ke divisi dua, hanya enam tahun setelah merajai Eropa. Hal ini mendorong Tommy Docherty untuk membangun tim baru dan kembali ke divisi utama.

1976 - Kekalahan di final Piala FA untuk pertama kalinya selama satu dasawarsa
MU mencapai final Piala FA untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir dan secara mengejutkan dikalahkan oleh Southampton. Hasil ini merupakan kekalahan pertama dalam lima kali final selama sepuluh tahun di saat sepakbola mulai disiarkan langsung di televisi ke seluruh dunia. Akibat tayangan langsung ini, fans MU di seluruh dunia meningkat pesat.

1977 - Manajer dipecat akibat skandal. Docherty, manajer MU, terbukti menjalani perselingkuhan dengan Mary Brown, istri dari terapis klub yang bernama Laurie. Akibatnya, klub mendepak Docherty karena malu dengan kasus ini, dan menunjuk Dave Sexton -- bekas manajer Queens Park Rangers -- sebagai penggantinya.

1980 - Ketua klub diselidiki, sehingga anaknya mengambilalih. World In Action menuduh Louis Edwards, ketua klub sejak 1965, sebagai tersangka dalam kasus penjualan industri daging dan menyuap orangtua dari pemain-pemain tingkat schoolboy. Otoritas menyelidiki kasus ini tapi Edwards meninggal, sehingga anaknya, Martin, mengambilalih posisi ketua klub.

1981 - Atkinson membawa Robson dan MU konsisten di Old Trafford. Manajer Dave Sexton dituduh menerapkan permainan bola yang terlalu membosankan. Ron Atkinson ditunjuk sebagai manajer baru dan menghasilkan gaya permainan yang lebih menarik. Ia menggaet pemain tim nasional Inggris, Bryan Robson, dari klub West Bromwich Albion, sekaligus membantu klub menembus empat besar selama lima tahun berturut-turut.

1984 - Maradona dan Barcelona dikejutkan. Setelah kalah 2-0 oleh Barcelona dalam pertemuan pertamanya di perempat-final Piala Winners, MU kembali tampil menakjubkan di Old Trafford untuk mengalahkan klub raksasa Spanyol yang kala itu diperkuat Diego Maradona. Mereka membantai Barca dengan skor 3-0, Robson mencetak dua gol ditambah satu dari Frank Stapleton.

1985 - Topskor Whiteside memastikan gelar Piala FA. Norman Whiteside mencetak gol di final Piala FA dan final Piala Liga pada 1983. Dua tahun berikutnya, hal yang sama terulang. MU juara Piala FA 1985 atas Everton melalui gol tunggal Whiteside di babak perpanjangan waktu. MU tampil dengan sepuluh pemain setelah Kevin Moran menjadi pemain pertama yang diusir wasit dalam sejarah final Piala FA.

1986 - Ferguson tiba, manajemen berubah. Atkinson sudah berusaha keras, namun gagal mendatangkan titel liga buat MU, sehingga Ferguson menjadi manajer pada pertengahan musim. Gaya manajemennya yang keras mengakhiri budaya mabuk-mabukan bagi para pemain. Ferguson juga mengawali proses panjang reformasi sistem pembinaan pemain muda klub.

1988 - Giggs hadir sebagai pemain paling berbakat. Ryan Giggs bermain di Manchester City sebagai schoolboy, namun pemain yang dijuluki Welsh Wizard ini ditemukan oleh Ferguson dan akhirnya Giggs cenderung memilih MU. Ferguson kemudian mengakui, seandainya Giggs tetap di City, MU tidak mungkin meraih prestasi.

1989 - Usaha Knighton untuk membeli klub gagal total. MU nyaris dibeli oleh Michael Knighton. Pada pertandingan pertama musim, MU dikalahkan Arsenal, dan akhirnya Knighton gagal membeli klub karena tak mampu mencari pendukung.

1990 - Gol dari Robins menyelamatkan posisi Ferguson. Ferguson nyaris dipecat setelah tiga musim tanpa gelar. Tapi gol tunggal dari Mark Robins di putaran ketiga Piala FA di kandang Nottingham Forest menjadi awal kenaikan MU.

1991 - Hughes menjadi pahlawan Ferguson. Ferguson memimpin MU untuk menang 2-1 atas Barcelona di Piala Winners melalui dua gol Mark Hughes. Kemenangan ini merupakan titik awal MU untuk menjadi klub terkaya dunia.

1992 - Cantona tiba di Old Trafford setelah membawa Leeds juara. MU nyaris meraih titel pertama di liga sejak 25 tahun terakhir. Leeds United yang diperkuat Eric Cantona menggagalkan usaha MU itu. Namun pada musim berikutnya, striker Prancis itu dibeli MU dengan nilai transfer 1,2 juta poundsterling. Pengaruh Cantona selama lima tahun berikutnya berdampak luar biasa terhadap semangat klub untuk kembali merajai Inggris.

1993 - Masa penantian telah berakhir, Bruce dan Keane memberikan MU titel pertama sejak 1967. Tahun yang sangat berarti. MU mengakhiri masa penantian 26 tahun setelah meraih titel atas Aston Villa. Steve Bruce mencetak gol kemenangan ke gawang Sheffield Wednesday. Tak lama kemudian, Roy Keane menjadi rekor transfer termahal di Inggris kala itu, dengan biaya 3,75 juta poundsterling dari Nottingham Forest.

1995 - Gagal meraih gelar ganda. Gelar Liga Primer Inggris ditentukan pada hari terakhir, dan Blackburn Rovers berjaya. MU juga digagalkan Everton di final Piala FA. Ferguson tentunya ingin melupakan musim, terutama setelah kalah di kandang Barcelona di Liga Champions dengan skor telak 4-0.

1995 - Tendangan kung-fu Cantona berakibat fatal. Seorang pendukung di Selhurst Park memaki Cantona, yang mendorongnya untuk melakukan tendangan kung-fu terhadap dada pendukung tersebut. Akibatnya, Cantona dikenakan sanksi larangan main selama delapan bulan.

1999 - Sukses meraih Treble. Musim yang spektakuler. Dua gol dalam injury time di final Liga Champions memastikan kemenangan MU secara dramatis, dengan skor 2-1 atas Bayern Munich. Pada musim ini, MU meraih tiga gelar sekaligus, karena sebelumnya memenangkan Liga Primer Inggris dan Piala FA.

2000 - Piala FA tanpa juara bertahan. FA meminta MU untuk bermain di Brasil dalam rangka Kejuaraan Dunia Antarklub, sebagai usaha Inggris untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. MU terpaksa mengorbankan perannya di Piala FA.

2002 - Ferguson membatalkan rencananya untuk pension. Ferguson mengurungkan niatnya untuk pensiun pada akhir musim 2001/02. Pada tahun yang sama, MU menyetujui kontrak 13 tahun bersama Nike, yang nilainya mencapai 300 juta poundsterling.

2003 - Ronaldo menggantikan Beckham. Ferguson berang terhadap David Beckham karena gagal menjaga lawan ketika Arsenal mencetak gol di Old Trafford. Hal itu membuat Ferguson menendang sepatu yang mengiris Beckham di atas matanya. Beckham dijual ke Real Madrid dan Ferguson menggaet Cristiano Ronaldo.

2004 - Ferguson beli Rooney. Setelah berhasil mendatangkan Ronaldo ke Old Trafford, MU mengeluarkan dana 27 juta poundsterling untuk membeli Wayne Rooney dari Everton. Ini merupakan investasi besar Ferguson untuk membangun tim muda lagi.

2005 - MU dibeli jutawan AS dan klub berhutang. Klub tanpa hutang dibeli oleh Malcolm Glazer, seorang jutawan di bisnis olahraga Amerika Serikat, sehingga keuangan klub merosot tajam. Glazer dan keluarga membeli MU dengan dana 790 juta poundsterling. Banyak fans yang kecewa, sehingga mereka mendirikan klub FC United of Manchester.

2007 - Gelar liga kembali ke Old Trafford. Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney dan kawan-kawan memenuhi janjinya untuk membantu MU menjuarai Liga Primer Inggris untuk pertama kalinya sejak 2003, sekaligus mengakhiri dominasi Chelsea selama dua musim sebelumnya.

2008 - MU memastikan gelar ganda. The Red Devils meraih gelar Champions Eropa untuk ketiga kalinya dan titel Inggris untuk ke-17 kalinya. Ronaldo mencetak 42 gol di semua kompetisi musim ini, dan Ryan Giggs menjadi pemain MU dengan jumlah penampilan terbanyak (759 kali) setelah mengalahkan rekor Sir Bobby Charlton. (zbc- Minggu, 25 Mei 2008)

David Beckham, Super Star yang Tertekan


PUBLIK olahraga dunia mengenal David Beckham sebagai pesohor olahraga paling beken. Bahkan, namanya mampu menandingi pegolf sekaligus olahragawan terkaya sejagat, Tiger Woods. Tapi, tahukah Anda kesuksesan yang diperoleh Becks diperolehnya di bawah tekanan?

Beckham menggegerkan jagat sepakbola ketika memutuskan bersedia bergabung dengan Los Angeles Galaxy musim panas lalu. Dikontrak lima tahun, pria yang menyukai tato itu diharuskan meramaikan sepakbola Paman Sam yang masih dianggap sebagai pentas kelas dua dunia.

Hal di atas masih perlu dibuktikan waktu. Tapi, pria yang meroketkan namanya ketika melancarkan tendangan bebasnya ke gawang Yunani pada kualifikasi Piala Dunia 2002 itu susah payah melakukan hal tersebut. Gol itu lahir tepat beberapa detik menjelang berakhirnya pertandingan.

"Saya langsung tahu bola itu akan masuk ketika kaki kiri saya menendang. Anda juga akan tahu hal itu ketika menanyakan kepada Tiger Woods. Anda tahu akan mencetak gol ketika melancarkan tendangan bebas," kilah Beckham, seperti dikutip CNN, Senin (24/3/2008).

Berkat gol itu, Beckham menjadi ikon sepakbola dunia. Tapi, popularitasnya justru melebihi transendensi dunia olahraga sendiri. Di sisi lain, mantan Kapten timnas Inggris ini mengaku merasa tertekan dengan status selebritisnya. Dia merasa resah ketika fans selalu mengelilinginya. Dia mengaku tengah berada dalam sebuah sirkus.

"Jika Anda menanyakan reaksi saya mengenai hal ini. Saya hanya bisa mengatakan. Yeah saya tidak peduli dengan semua itu," lanjut Becks, yang akrab menyandang sebutan Messiah.

Beckham terakhir menjadi iklan produk fesyen terkenal, Giorgio Armani. Menurut sumber terdekatnya, ditotal dari tujuh iklan yang dibintanginya tahun ini, dia mendapatkan pemasukan sekira USD 40 juta.

"Saya tidak pernah merasa terganggu dengan status saya sebagai pesepakbola dan selebritas. Saya masih menempatkan sepakbola sebagai prioritas saya. Saya tahu saya masih harus membiasakan diri saya untuk menghadapi semua itu," kilah pemain berusia 32 tahun itu. (zbc-Senin, 24 Mar 2008)

Eric Cantona, Terbaik yang Abadi


ERIC ‘The King’ Cantona terpilih sebagai pemain paling top dalam sejarah liga Inggris, ini berdasarkan hasil survey yang diadakan global survey of football fans. 

Survei yang diklaim terbesar di Inggris itu melibatkan lebih dari 26 ribu fans dari 170 negara di dunia. Dari jumlah tersebut, Cantona meraih 17 persen suara dalam kategori pemain paling tenar dalam sejarah Premiership. 

Hanya kurang dari empat tahun setelah ia hengkang dari Old Trafford, Cantona yang disebut Sir Alex Ferguson sebagai "katalisator untuk menjadi juara" itu, masih saja terpilih sebagai urutan teratas 100 pemain terbaik. Tidak kurang dari mantan pemain legendaris Denis Law, menyebut Cantona berjasa sangat besar membawa MU menjadi juara Liga Utama tahun 1993, atau yang pertama selama 26 tahun.

"Ia merupakan gambar terpenting yang hilang dari jigsaw puzzle (mainan dari gambar yang terpotong-potong yang harus disusun kembali), yang dicari-cari Alex. Ketika ia datang, semua potongan gambar ada di tempat masing-masing, dan dia-lah yang memulai sukses yang terus berlangsung sampai hari ini," kata Law.

Cantona meninggalkan MU pada tahun 1997 dengan membawa tiga medali juara liga. Tidak ada yang berani membantah kenyataan bahwa Cantona-lah yang memicu sebuah revolusi, yang mengubah MU menjadi klub paling sukses di dunia.

Mantan pemain nasional Perancis itu memiliki teknis bermain yang paling lengkap di dunia. Sentuhan-sentuhan bolanya, juga kemampuannya menyelesaikan serangan, membuatnya menjadi pemain yang sangat klinis. 

Ferguson mengakui ia banyak belajar dari Cantona.

"Ia merupakan pemain profesional panutan, dan menjadi teladan bagi semua pemain" kata Ferguson.

Oleh sebab itu, sungguh sayang sekali tatkala manajemen MU menolak usulan Ferguson agar Cantona ditunjuk sebagai penggantinya dalam dua tahun mendatang. Bagi Ferguson, Cantona mempunyai karakter dan kharisma untuk melatih MU. (zbc-Jumat, 18 Nov 2005)